Jumat, 10 Juni 2016



SEMUT BIJAK
S
uatu hari di sebuah pohon yang rindang terdapat sekumpulan semut yang sedang berkerja untuk mengumpulkan makanan sebagai persediaan musim dingin yang akan tiba. Mereka begitu semangat dan saling bergotong royong mengumpulkan makanan dari bawah pohon menuju sarang mereka yang berada diatas pohon. Sekumpulan semut tersebut memiliki ratu yang bernama Ratu Vania, sebagai pengatur dan yang memerintahkan sekumpulan semut tersebut untuk melakukan tugasnya. Ratu Vania adalah seorang ratu yang cantik, bijaksana dan tangguh meskipun dia seorang wanita namun tak kalah dengan raja-raja lainnya.
          Tidak lama kemudian ada seekor belalang yang menghampiri sekumpulan semut yang sedang bekerja. Belalang tersebut nampak lemas berjalan mendekat. Salah satu dari tentara semut tersebut bertanya kepada si belalang. “hai belalang kau kenapa, kau terlihat sangat pucat?” kata semut. Lalu belalang menjawab “ aku kelaparan semut bisakah kau memberiku sedikit makanan?”. “ aku bisa saja memberimu makanan tapi mengapa kau tak mencari sendiri?” kata semut. “ makananku telah habis semut” belalang menjawab dengan wajah yang murung. Melihat belalang yang sudah begitu lemas, semut pun membawa belalang ke sarangnya untuk memberinya makan. Belalang begitu lahap menyantap hidangan yang disajikan oleh semut tersebut. “ makananmu sungguh enak semut hingga aku ingin makan lagi dan lagi, bolehkah aku meminta makananmu lagi?” kata belalang. Semut menjawab “ mengapa kau tak kenyang sudah banyak sekali makanan yang kau makan wahai belalang?, apabila kau meminta lagi lama-lama persediaan makanan kami akan berkurang untuk musim dingin kelak”. “ sudahlah kalian kan banyak bisa mencari dengan cepat dan mudah” jawab balalang.
          Kemudian Ratu Vania mendengar perbincangan antara salah satu tentara semut tersebut dengan belalang, lalu ratu pun menghampiri mereka. “ apa yang sebenarnya kau katakan wahai belalang? seenaknya kau menyuruh salah satu tentaraku dan meminta makan dengan sesuka hatimu?!” kata Ratu Vania. Mendengar Ratu Vania berkata seperti itu tentara semut pun ketakutan dan sedikit mejauhi belalang. Belalang menjawab” aku kan hanya meminta tolong pada salah satu tentara semutmu wahai Ratu Semut”. “tentaraku sudah bekerja keras untuk mencari makan, mengapa kau tidak mencari saja sendiri?” kata Ratu Vania. “ mengapa aku harus susah mencari bukankah meminta lebih mudah dan enak?” jawab belalang. Mendengar perkataan belalang yang seperti itu Ratu sangat marah dan memerintahkan beberapa tentaranya untuk mengusir belalang keluar dari sarangnya tersebut.“ jangan biarkan belalang rakus dan tidak bisa menghargai kerja keras kita masuk lagi ke sarang ini!” kata Ratu Vania. “ siap Ratu Vania” jawab para tentara semut.
          Berapa hari kemudian musim dingin tiba para semut dan Ratu menghabiskan waktu didalam sarang dan menikmati persediaan makanan mereka. Sedangkan seekor belalang yang rakus tersebut kelaparan dan tergeletak kedinginan didepan sarang semut, kemudian Ratu Vania mengdatangi belalang tersebut dengan membawa makanan untuk belalang. Melihat perbuatan baik Ratu semut, belalangpun sadar bahwa apa yang dilakukannya sangatlah jahat dan tidak baik, kemudian dia berjanji akan bekerja keras untuk mencari makanan sendiri dan akan menghargai kerja keras orang lain agar dia tidak rakus nan tamak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar